Menurut studi yang dilakukan beberapa peneliti dunia; diperkirakan rata rata seseorang menyentuh wajah mereka sekitar 16 sampai dengan 23 kali per jam, menyentuh wajah dengan tangan secara signifikan dapat meningkatkan risiko infeksi terhadap kuman dan virus termasuk virus Corona penyebab infeksi COVID-19.

Perilaku menyentuh wajah adalah salah satu kebiasaan paling umum yang dilakukan setiap orang karena sudah diajarkan sejak kecil, baik dengan merias wajah, menyikat gigi, membersihkan kelopak mata, hidung, atau menata rambut; dll.

Latar Belakang :
Untuk memperkecil resiko dan mencegah infeksi, maka jangan menyentuh wajah, jauhkan tangan dari mata, hidung, dan mulut. Jika tangan terkontaminasi dan menyentuh selaput lendir di bagian wajah, maka memungkinkan kuman dan virus yang menyebabkan infeksi pernapasan dapat masuk ke dalam tubuh. Hal paling penting adalah tidak menyentuh bagian mulut, hidung dan mata yang memiliki selaput lendir; dimana virus seolah diberi jalan masuk kedalan tubuh.

Infeksi pernapasan dapat disebabkan oleh berbagai bakteri, virus, dan kuman yang menyebar melalui permukaan benda. Ketika tangan yang kotor karena menyentuh permukaan benda kemudian menyentuh wajah, kuman dapat berpindah dari tangan dan hidup di dalam selaput lendir yang dapat masuk kedalam tubuh dan menyebabkan infeksi.

Meskipun kita dapat dengan mudah menjaga jarak dan menghindari berada di dekat seseorang yang terkonfirmasi sakit, atau mengambil tindakan pencegahan terhadap virus yang ada di udara menggunakan masker, namun menghindari virus yang berada di permukaan benda sangat sulit dan hampir tidak mungkin.

Begitu banyak permukaan benda yang mungkin akan disentuh oleh tangan; meja, kusi, keyboard, pegangan pintu, dll. Sementara virus Corona penyebab COVID-19 bertahan beberapa jam di permukaan benda seperti itu.

Penyebaran Virus :
Infeksi pernapasan, seperti pneumonia, flu, dan Virus COVID-19 dapat menyebar melalui tetesan (droplet) di udara ketika seseorang yang sakit batuk, bersin, atau berbicara. Infeksi pernapasan juga dapat terjadi akibat kontak langsung dengan bakteri, virus, dan kuman yang tertinggal dan masih bertahan pada permukaan benda.

Ketika tangan menyentuh orang yang sakit, atau menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi, maka tangan menjadi terkontaminasi. Selanjutnya maka tangan kita dapat menginfeksi diri kita sendiri dengan mikroorganisme itu melalui beberapa kali sentuhan di wajah; mata; hidung; mulut. Proses penyebaran kuman atau virus tidak disadari dan tidak diketahui sampai terjadi gejala terinfeksi.

Pencegahan :
Pencegahan dilakukan dengan cara mencuci sumber penyebaran yaitu tangan; minimal selama 20 detik untuk melakukannya. Tapi hal ini harus dibantu dengan menghindari menyentuh wajah, karena tidak ada cara untuk mengetahui kapan virus atau kuman menempel di tangan, dan berpotensi masuk kedalam tubuh.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara membuat sibuk tangan sehingga mengurangi menyentuh wajah, lakukan pekerjaan; misalnya melipat cucian, memilah-milah surat, atau memegang gadget di tangan. Menyibukkan tangan dengan memainkan gadget lebih baik daripada membiarkannya menyentuh wajah tanpa disadari.
Chat Whatsapp Chat Whatsapp